PeaceEvent
PeaceEvent
KICK teh HATE: Turnamen Sepakbola Pantai

Di akhir perjalanan Walk the Peace nanti, bakal ada satu turnamen sepakbola pantai, namanya KICK THE HATE. Tedang tuh kebencian! Lucu kan namanya? Makanya ayo daftarkan group kamu untuk ikut turnamen bergengsi ini.
Tim Walk The Peace yang terdiri dari pelajar dari lima negara akan ikutan juga bertanding di sini. Mereka akan dibagi menjadi sekitar 5 group yang terdiri dari peserta dari berbagai bangsa. Jadi Kick The Hate nggak kalah seru dibanding piala dunia di afrika selatan, karena sama-sama ada bulenya :)
Kick the Hate ini diorganisir sama temen-temen Peace Generation Pangandaran yang tergabung di SPORA, sekolah penjaga pantai, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi peserta pendidikan perdamaian. Mereka itu kebanyakan terdiri dari pemuda-pemuda penjaga pantai. Oh ya mereka juga akan buat panggung pertunjukan musik untuk mengiringi pertandingan. Kalau kamu punya grup band, boleh tampil juga. Rock The Peace! Walk The Peace! Kick The Hate! Yeaah!
Walk the Peace 2010

Setelah sukses dengan Rock the Peace, Peace Generation Indonesia akan menggelar Walk The Peace. Ribuan orang akan terlibat dalam perjalanan bersejarah sepanjang 200 Km untuk menyuarakan pesan perdamaian ke seluruh dunia. Melibatkan 50 pelajar dari 5 negara, ribuan orang dari komunitas lokal siswa siswi sekolah & pesantren di sepanjang lokasi yagn dilalui.
Perjalanan ini akan melewati puluhan sekolah dan desa, di mana mereka akan singgah untuk bakti sosial, menanam pohon, dan menyebarkan nilai-nilai perdamaian, pentas seni dan pertukaran budaya. Perjalanan akan berakhir di Pangandaran dnegan sebuh turnames sepakbola pantai "KICK THE HATE".
Sejumlah jurnalis, fotografer, filmaker dan blogger akan mengabadikan perjalanan ini sehingga dapat dikabarkan pada orang seluruh dunia.
Jika kamu tertarik untuk menjadi bagian dari perjalanan bersejarah ini simak info lengkapnya berikut:
Persyaratan Peserta:
- Berusia 16-23 tahun
- Mengisi formulir pendaftaran DOWNLOAD FORM DI SINI
- Menyerahkan :
- Surat izin orang tua (form disediakan panitia)
- Surat izin sekolah/kampus (form disediakan panitia)
- Surat rekomendasi dari guru, senior, pemimpin organisasi kemasyarakatan dan lain-lain (form disediakan panitia) DOWNLOAD FORM DI SINI
- Foto ukuran 4x6 (2 lembar) & 3x4 (2 lembar)
- Kartu pelajar /mahasiswa
- Surat keterangan sehat dari dokter
- Nb: no 2&3 diserahkan ke panitia sebelum tanggal 19 juni 2010 melaui email atau pos ke alamat :
- Email :
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it
, Pos : Peace generation Indonesia, Jln. Cinambo no.137 Cisaranten Wetan Bandung 40294
4. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp 1.500.000,00 >> Rp.900.000,- (dibayarkan setelah dinyatakan lulus seleksi) tersedia discount tambahan untuk peserta terpilih.
Fasilitas yang diperolehAsuransi
- Asuransi
- Makan & minum selama kegiatan berlangsung
- T-shirt Peace Generation
- Sertifikat
Jadwal:
| Tanggal | Aktifitas | Keterangan |
| 7-19 Juni 2010 | Pendaftaran dan pengembalian berkas persyaratan peserta | Via email/pos |
| 21-26 Juni 2010 | Seleksi Peserta | |
| 28 Juni 2010 | Pengumuman hasil seleksi | Bagi peserta yang lulus seleksi diberikan surat pengantar untuk keperluan mencari donatur bagi peserta |
| 30 Juni-8 Juli 2010 | Daftar ulang & pembayaran uang pendaftaran bagi peserta yang dinyatakan lolos seleksi | |
| 29 Juli 2010 | Technical meeting | |
| 30 Juli – 8 Agustus | Pelaksanaan Walk the Peace |
SUPPORT US!
JIka anda ingin mensuport acara ini dnegan mnejadi sponsor atau volunteer, klik DI SINI
Rock The Peace: Musik dan Perdamaian
Teman-teman, tanggal 24 april nanti, jangan lewatkan penampilan North of Here dan The Ma'had di Ciwalk, dari jam 4 sore, sampe jam 9 malam. Selain itu, ada juga penampilan dari TeOpe Band, yaitu grup band anak muda bandung yang terpilih melalui audisi yang dipilih langsung oleh North of Here. Jangan sampe teman-teman menyesal karena nggak datang ke acara ini. Kamu bakal nemu konser yang nggak kamu temuin di konser-konser lain.
Ini bener-bener ide yang luar biasa menurut saya. Dua band yang berasal dari 2 negara berbeda, 2 bahasa yang tak sama, budaya yang bertolak belakang, bermusik dalam satu panggung untuk satu tujuan : Menyuarakan perdamaian. Great!
Bakal lebih takjub lagi, kalo kamu tau, siapa itu North of here dan the ma'had. Kali ini Khusus untuk North of Here, kalian harus tau dari mana mereka, mengapa mereka bisa sampe ke panggung Rock The Peace dan bikin konser mini yang luar biasa ini.
North of here, adalah band asal Amerika yang biasa manggung dari satu kafe ke kafe yang lain. Kalau kamu ngeliat North of Here yang sekarang, kamu pasti nggak bakal nyangka bahwa hampir semua personelnya pernah terlibat drug. Minum alkohol. Bahkan salah satu diantara mereka pernah ada yang nyaris meninggal gara-gara ketergantungannya sama alkohol.
Hebatnya North of Here, dalam keadaan yang seperti itu, mereka bisa bangkit dari kondisi yang buruk ini dan berusaha agar semuanya jadi lebih baik. Dimulai dengan keputusan bahwa mereka akan berhenti mengkonsumsi alkohol, akhirnya North of Here merecover diri, dan jadi band yang produktif dalam menghasilkan lagu.
Waktu Irfan Amalee dan Eric Lincoln punya ide bikin acara kayak begini, Eric yang kebetulan berasal dari Amerika juga, punya saudara yang merekomendasikan band ini buat jadi bintang di acara rock the peace. Irfan dan Eric pun setuju, tapi masih ada satu kendala.
Yup. Biaya.
Dana untuk acara Rock the Peace masih perlu bantuan jika harus mendatangkan band dari negara lain. Tapi justru dari sinilah kekaguman saya pada North of Here semakin bertambah. North of Here, bersedia mencari dana sendiri untuk bisa datang ke Indonesia.
Tau nggak, apa yang mereka lakukan buat bisa hadir di acara Rock the Peace ini?
Mereka jualan es Krim!!!
Keren banget kan? Iya, emang. Mereka yang badannya keren-keren ini nggak malu buat berjualan es Krim demi membantu lancarnya acara Rock the Peace. Secara nggak langsung North of Here ngebantu irfan amalee dan eric Lincoln sampai sama tujuan mereka ngewujudin perdamaian dan menghancurkan batas-batas yang ngebuat kita berbada. Sekali lagi, ini bener-bener great!
Jeff Sanders, Vokalis, gitaris, sekaligus founder, menamai band ini dengan nama "North of Here" terinspirasi dari wilayah utara yang selalu berada di atas. Waktu itu keadaan dunia lagi bener2 kacau. Banyak konflik dan masalah, makanya Jeff kasih nama North, suapaya Band North of Here selalu menjadikan dunia diatas, jadi lebih baik.
nggak semua personil bener-bener mendedikasikan hidupnya buat bermusik sejak awal. Ada yang karena dia punya penyakin bawaan sejak kecil, dan nggak bisa olah raga, akhirnya dia melarikan dirinya ke musik, dan masuk North of Here. Ada juga yang memang udah dari sononya cinta musik. Semua punya cerita yang berbeda.
Dengan perbedaan itu, mereka jadi punya suara yang khas. unik. Lembut. Bener-bener profesional.
RTP juga bakal nampilin bintang tamu dari Kelompok Musik Lisan. Kelompok musik Lisan adalah kelompok musik yang mengusung genre kontemporer (contemporary music) sebagai wahana kreasinya. Musik yang ditawarkan Lisan lebih pada upaya membangun ‘jiwa’ para penikmatnya. Walaupun person yang terlibat dalam kelompok ini masih muda belia (mereka adalah santriwan dan santriwati Pondok Pesantren At-Tajdid Muhammadiyah Singaparna, Tasikmalaya), namun mereka sudah memiliki kebulatan tekad untuk mengajak para penikmatnya lebih menelisik lagi sisi kemanusiaan dan ketuhanan lewat musik yang mereka tawarkan. Diambil dari kata bahasa Arab yang berarti tutur kata atau bahasa, kelompok musik ini ingin bertutur lewat bahasa musik yang universal tentang rekaman berbagai perasaan dan kejadian, terutama rasa ketuhanan (religiusitas) dan kemanusiaan (humanitas).
Universalitas musikal tergambar dalam instrumen yang melengkapi berbagai pagelarannya. Kolaborasi antar instrumen sering dilakukan. Tidaklah heran, dalam setiap kali pementasannya, Lisan terlihat memainkan banyak sekali instrumen. Hal ini dimaksudkan untuk menjembatani antara musik barat (western) dan timur (eastern). Keyboard, bass, gitar, dan jembe yang lazim kita lihat dalam pentas-pentas musikal, di tangan Lisan, mampu dikolaborasi dengan perkusi kelewek, shakere biji-bijian, celempung, karinding, dog-dog dalam etnik Sunda, hingga sebagian instrumen drumband yang mereka boyong ke atas panggung. Lisan menjembatani dua budaya musik yang berbeda dalam alur bahasa musik yang universal. Kostum yang mereka kenakan adalah cerminan jembatan itu. Sorban sebagai aikon Timur Tengah dan sarung yang ng-Indonesia (baca; nyantri) dijadikan kostum kebanggaan kelompok ini. Pendeknya, Kelompok musik Lisan adalah aikon kemanusiaan dalam tutur kata musik.
Didirikan pada tanggal 17 Mei 2009, kelompok musik Lisan, dalam usianya yang amat belia masih membutuhkan banyak sekali ruang untuk berekspresi dan melakukan metamorfosis jati dirinya. Dengan tidak bermaksud menyombongkan diri, Lisan siap untuk menyuarakan ketuhanan (religiusitas) dan kemanusiaan (humanitas).
Kamu mau tau lengkapnya gimana?
Dateng aja ke acara Rock The Peace 2010. Ada cerita lain yang lebih seru menunggu kamu disana.
Inget inget. Ajak Keluarga, saudara, pacar, tetangga, paman, bibi, temen komunitas, buat dateng ke acara ini. saya jamin kamu nggak akan nyesel denger suara North of Here dan the Ma'had. Dua Aliran Musik yang berbeda, tapi tetep, bersatu untuk jadi generasi damai.
Peace Generation segera diterapkan di Mobil Pintar
Kalau pernah lihat perpustakaan keliling menggunakan mobil yang desainnya unik, mungkin itu Mobil Pintar. Di Indonesia ini ada ratusan mobil pintar yang berkeliling untuk melayani masyarakat, menyediakan berbagai bahan bacaan dan belajar yang. Bahkan konsep Mobil Pintar milik Indonesia ini jadi model atau contoh bagi negara lain.
Tanggal 2 dan 3 Maret yang lalu, Irfan AmaLee dan eric LIncoln diundang untuk memberikan pelatihan pada para tutor dan relawan Mobil Pintar ini. Dengan dilatihkan para tutor Mobil pintar, diharapkan ke depan para tutor itu bukan hanya mendampingin anak-anak membac abuku di mobil pintar, tapi juga bisa mendampingin anak-anak untuk mempelajari 12 nilai dasar perdamaian menggunakan Modul Peace Generation.
Sekitar 20 ornag tutor Mobil Pintar dilatih selama 2 hari di Gedung C DIknas lantai 17. Acara dibuka oleh ibu-ibu menteri yang tergabung dalam Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu atau SIKIB, yang jug amenjadi inisiator dari Mobil Pintar ini. Prof. Arief Rachman dan Ibu Hasnah Gasim hadir juga selaku ketua Komisi Nasional Indonesia unutk UNESCO yang menginisiasi pelatihan ini.
Dengan pelatihan ini, mungkin tidak akan lama lagi virus perdamian akan menyebar bersama menyebarnya mobil Pintar di seluruh Indonesia.
Grand ToT di Lhokseumawe - Aceh

Duapuluh anak dari Forum anak berbagai kabupaten mengikuti Grand ToT Peace Generation di Lhokseumawe, Aceh pada 30-31 Januaari 2010. ToT ini merupakan salah satu rangkain program pendidikan damai yang dijalankan oleh Transisi didukung oleh IRD dalam program Serasi.
Peserta ToT ini dilatih untuk menjadi trainer yang nantinya akan melatih para remaja yang akan menerapkan pendidikan damai di komunitasnya masing -masing, sebagai peer educator. Dalam usianya yang masih remaja peserta yang rata-rata siswa SLTA atau lulusan SLTA ini memiliki semangat yang besar untuk mengubah wajah Aceh di masa mendatang.
Di akhir pelatihan mereka sama-sama mengucap 7 butir janji damai yagn mencerminkan 12 nilai dasar perdamaian. Selepas training, mereka akan kembali ke komunitasnya unutk menyebarkan virus perdamiaan dengan menerapkan pendidikan damai kepada sekitar 1500 anak di berbagai kabupaten di Aceh. Selamat menyebarkan virus damai di Aceh!
More Articles...
Page 1 of 2
