PeaceNews

Syarat-syarat Peserta Walk The Peace

1. Berusia 16-23 tahun

2. Mengisi formulir pendaftaran

3. Menyerahkan:

  • Surat izin orang tua (form disediakan panitia)
  • Surat izin sekolah/kampus (form disediakan panitia)
  • Surat rekomendasi dari guru/senior/pemimpin organisasi kemasyarakatan dan lain lain (form disediakan panitia)
  • Foto ukuran 4x6 (2 lembar) & 2x3 (2 lembar)
  • Fotocopy kartu pelajar/mahasiswa
  • Surat keterangan sehat dari dokter

NB: No 2&3 diserahkan ke panitia sebelum tanggal 24 Juni 2010 melalui email atau pos ke alamat :

-          Email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

-          Pos : Peace Generation Indonesia, Jl. Cinambo No.137 Cisaranten Wetan, Bandung 40294

4. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 1.500.000,00 (dibayar setelah dinyatakan lulus seleksi)

Fasilitas yang diperoleh :

  1. Asuransi
  2. Makan & minum selama kegiatan berlangsung (30 Juli-8 Agustus)
  3. T-shirt Peace Generation
  4. Sertifikat
 

1500 orang hadir di Rock The Peace



Acara Rock The Peace sukses mendatangkan 1500 audiens yagn meneriakkna perdamaian. Dilaksanakan di Ciwalk hari Sabtu 24 April 2010 kemarin. Kegiatan ini merupakan event spesial yang diselenggarakan Peace Generation untuk membuat program pendidikan damai semakin dikenal masyarakat dan diterapkan lebih luas.

Event Rock the Peace mempertemukan North of Here, grup band dari Amerika Serikat, dengan The Ma’had, grup band santri Pesantren Darul Arqam Garut. Walaupun dua grup ini berbeda bangsa dan agama, tapi keduanya menyuarakan satu kata yang sama: Perdamaian! Kegiatan Rock The Peace sendiri berhasil mengumpulkan lebih dari seribu pemuda di Ciwalk. Acara ini berhasil membius penonton karena memang dikemas secara menarik dan atraktif, yaitu dimulai dengan atraksi komunitas sepeda, pentas grup musik Lisan (Pesantren At-Tajdid Singaparna Tasikmalaya) yang membawakan lagu Islam contemporer, paduan suara dari SMP Muhammadiyah, dan TeOPe Band, sebuah grup band yang terpilih dalam Audisi Rock The Peace.

Setelah sempat diguyur hujan, acara dimulai dengan suasana lebih fresh, sejumlah anak muda yang tergabung dalam komunitas Sepeda melakukan atraksi memukau. selanjuntya band- demi band tampil. Di arena acara, kain sepanjang 20 meter dibentangkan untuk menampung tandatangan dukungan dan komitmen perdamaian dari pengunjung. Tandatangan yagn dibubuhkan di sana menajdi bukti nyata bahwa kita masih puny aharapan tentang masa depan yagn damai. Semoga perdamaian di dunia berhembus dari Bandung ke seluruh penjuru tanah air bahkan dunia melalui Peace Generaiton! Peace.

 

Young Peace Maker Award untuk 4 Pemuda Penyebar Perdamaian



Empat orang anak muda berhasil memperoleh penghargaan Young Peacemaker Award 2010. Penghargaan ini diberikan olehPeace Generation, sebuah komunitas yang didirikan empat tahun lalu di Bandung yang memiliki komitmen untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Komunitas Peace Generation sebenarnya bermula dari sebuah Modul yang ditulis oleh dua orang yang berasal dari latar belakang agama dan ras yang berbeda;  Erick Lincoln, berasal dari Chicago-Amerika Serikat, dan Irfan AmaLee, berasal dari Bandung-Indonesia. HIngga kini Modul ini telah dilatihkan kepada lebih dari seribu guru dan fasilitator dan diajarkan kepada 23 ribu siswa di berbagai daerah di Indonesia. 

Peace Generation menganugerahkan Young Peacemaker Award kepada Teuku Murdani (Banda Aceh), Nonong Mailufar (Kabupaten Aceh Jaya), Peace Generation Banjarmasin/Interact, dan Ishaq Suwawa (Gorontalo). Keempat anak muda ini diberikan penghargaan karena dipandang telah berjasa menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Teuku Murdani, melalui lembaganya Transisi, telah berhasil menerapkan Modul Peace Generation kepada anak-anak di Nangro Aceh Darussalam. Bahkan, Murdani telah menngadaptasi Modul tersebut ke dalam konteks budaya Aceh. Sementara itu Nonong Mailufar, aktivis perempuan Aceh Jaya, telah berhasil menyebarkan nilai-nilai perdamaian kepada lebih dari 1000 orang anak-anak di Kecamatan Calang dan Lamno, Kabupaten Aceh Jaya. 

Di Banjarmasin, Komunitas Peace Generation berhasil dibentuk melalui aktivis muda yang tergabung dalam Interact. Uniknya, Interact ini sebetulnya satu lembaga kursus bahasa Inggris. Akan tetapi, para aktivis di dalamnya memiliki komitmen yang tinggi untuk menyebarkan nilai-nilai perdamaian. Mereka menghimpun sejumlah mahasiswa dan mengajarkan modul Peace Generation di sekolah-sekolah dan beberapa panti asuhan. Mereka juga bekerjasama dengan TV lokal dalam membuat program perdamaian.

Aktivitas yang dilakukan oleh Ishaq Suwawa bahkan lebih unik lagi. Pemuda asal Gorontalo ini memiliki komitmen yang tinggi untuk menyebarkan virus-virus pedamaian di beberapa tempat di Indonesia. Tanpa bantuan dari lembaga manapun, Ishaq berjuang membangun komunitas Peace Generation di Gorontalo. Begitu menyelesaikan Training of Trainer Peace Generation di Bandung, Ishaq mengumpulkan sejumlah mahasiswa, dan menularkan virus-virus perdamaian kepada mereka. Setelah terkumpul sejumlah aktivis, mereka menyebarkan nilai-nilai perdamaian ke sekolah-sekolah. Bukan hanya di Gorontalo Ishaq menularkan virus-virus perdamaian, melainkan juga di Medan, Bogor, Menado, dll. Dalam waktu dekat ini, Ishaq berencana melakukan perjalanan Jakarta sampai Medan, dan menyebarkan nilai-nilai perdamaian di beberapa kota/tempat yang akan disinggahi.

Young Peacemaker Award ini dianugerahkan pada acara Rock The Peace yang dilaksanakan di Ciwalk hari Sabtu 24 April 2010 

 

Lomba Menulis novel dalam bahasa Jawa

Kamu bisa ikut lomba unik yang satu ini. Kami beritahu sedikit infonya. Persyaratan lomba :

Lomba terbuka untuk umum dengan usia 16 tahun ke atas

• Naskah merupakan karya asli, bukan terjemahan

• Tokoh cerita hendaknya orang biasa saja jaman sekarang dan bukan tokoh

pahlawan, sejarah atau tokoh pewayangan

• Naskah ditulis dengan memperhatikan Ejaan Bahasa Jawa (pepet dan taling harap

dibedakan)

• Naskah belum pernah dipublikasikan di media massa cetak ataupun

elektronik dan tidak sedang diikutsertakan dalam sayembara lain

• Panjang naskah minimal 300 halaman

• Naskah ditulis dengan menggunakan file Word (doc, docx, rtf, atau htm)

menggunakan huruf Times New Roman ukuran 12, Spasi 1,5 dan ukuran

kertas A4

• Naskah dalam bentuk file dikirim melalui email ke:

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it dan This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

• Naskah dalam bentuk Print out sebanyak 3 salinan dikirim ke:

• Suwardi Endraswara

Program Studi Pendidikan Bahasa Jawa, FBS

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Yogyakarta 55281, Telp. (0274) 550843

• Naskah diterima panitia (cap pos) paling lambat tanggal 10 Desember

2010 dengan disertai biodata dan fotokopi identitas. Tuliskan LOMBA

NOVEL JAWA di pojok kiri Amplop. Mohon cantumkan nomor telepon yang

bisa dihubungi.

• Naskah akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Akademisi, Praktisi dan

Peneliti

• Panitia menentukan kejuaraan dan hadiah sebagai berikut:

Juara I Rp. 7.000.000

Juara II Rp. 4.000.000

Juara III Rp. 3.000.000

• Jika isinya cukup menarik naskah juara I, II, dan III akan diterbitkan

dalam bentuk buku oleh panitia dan bagi pemenang akan diberikan bukti

penerbitan 10 eksemplar dan tidak diberikan tambahan honorarium berupa

apapun sebagai akibat dari penerbitan tersebut. Kalau novelnya sukses

besar dan menghasilkan untung, maka uangnya dikasih kepada sang penulis.

• Pengumuman pemenang akan disampaikan melalui media massa pada tanggal 16

Desember 2010 (Kamis Pon)

• Hadiah pemenang akan diberikan pada tanggal 15 Desember 2010 (Rabu Pahing) di

Yogyakarta.

• Keputusan Juri tidak bisa diganggu gugat.

Jika ada pertanyaan lanjut mohon mengirim email ke: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it atau

This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Informasi selengkapnya, bisa dilihat di Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4 /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} http://www.mail-archive.com/ This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it /msg81428.html

 

Modul Peace Generation versi Aceh akhirnya terbit juga

Setelah menunggu setahun akhirnya modul Peace generation terbit juga. Legaaaa! Setahun lalu modul ini digagas bersama oleh Teuku Murdani, yang saat itu menjabat penanggung jawab program pendidikan damai di UNICEF dengan tim Peace Generation (Erik Lincold dan Irfan AmaLee). Namun karena beberapa kendala teknis modul ini tertunda proses penerbitannya.

Bersama Transisi, sebuah NGO lokal yang concern dalam media dan pendidikan damai, penggarapan modul versi Aceh ini dilanjutkan. Transisi melakukan beberapa ujicoba pelatihan kepada beberap forum anak. Ujicoba dan pelatihan juga dilakukan oleh UNICEF bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Prov. Aceh terhadap sekitar 120 guru dari berbagai kabupaten pada bulan November tahun lalu.

Buku versi aceh ini menambahkan sejumlah konten lokal, seperti cerita-cerita yang berkonteks lokal, tokoh lokal bernama ismail yang tampil dalam cerita-cerita tesebut, serta beberapa peribahasa Aceh. Content lokal ini dikembangkan bersama oleh tim peace Generation Indonesia dan Teuku Murdani yang kini menjadi salah seorang aktivis di Transisi. Berbagai masukan dan tambahan juga didapatkan dari para guru aygn mengikuti pelatihan. Sehingga buku ini sudah dianggap cukup mewakili aspirasi masyarakat Aceh.

Buku ini secara resmi terbit apda akhir Januari dan telah didistribusikan kepada sekolah, komunitas yang akan menrapkan pendidikan damai di Aceh binaan Transisi, Bima (Bireun) dan Dinas pendidikan bersama UNICEF. Dari jumlah buku yang disebar, diperkirakan akan ada sekitar 7 ribu siswa yang terlibat dalam pendidikan damai ini. Selamat belajar pendidikan damai anak-anak Aceh!

 

Page 1 of 2

Login PeaCommunity