Wawancara dengan Rashid, Mahasiswa di International Islamic University Malaysia
Rashid, seorang Mahasiswa di Internasional Islamic University Malaysia, diwawancara tentang pendapatnya mengenai perbedaan bahasa di indonesia.
Ini dia hasil wawancara PG dengan Rashid.
Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE MicrosoftInternetExplorer4
|
PG |
Apakah mengenal PG? |
|
R |
Ya. Saya mengikuti TOT pertama di Dago Atas dan saya pernah menjadi trainer di Banjarmasin dan mendistribusikan buku PG. Sekarang mempromosikan PG di Malaysia. |
|
PG |
Kamu bisa memakai bahasa apa saja? |
|
R |
Bahasa Sunda, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, Bahasa Thai dan sekarang belajar percakapan Bahasa Arab. |
|
PG |
Wah, Tukung Bahasa!! Pada waktu kecil mengunakan Bahasa apa? |
|
R |
Bahasa Sunda |
|
PG |
Kapan belajar bahasa yang lain? |
|
R |
Umur 5 atau 6 tahun saya belajar Bahasa Indonesia. Membaca huruf Arab pada waktu di SD. Bahasa Inggris, umur 12 di sekolah SMP. Bahasa Jawa pada waktu tinggal di Jawa Timur hampir 3 tahun. Bahasa Thai waktu sudah berumur 34 tahun. Juga kareana ada cukup banyak perbedaan di antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, maka saya belajar juga bahasa Melayu. |
|
PG |
Berarti sangat mudah buat kamu untuk belajar bahasa. |
|
R |
Betul. Bahasa Jawa dan Bahasa Thai belajar sendiri tanpa kelas resmi. Cuma mendengar dari tetangga. |
|
PG |
Jadi, apakah Bahasa Sunda sangat penting buat kamu? |
|
R |
Ya. Jika bertemu dengan orang Sunda di dalam atau pun di luar negeri secara automatis bahasa Sunda yang keluar. |
|
PG |
Kalau negara Indonesia cuma memberlakukan satu bahasa saja yaitu Bahasa Indonesia, bagaimana menurut pendapatmu? |
|
R |
Sangat disayangkan! |
|
PG |
Mengapa? |
|
R |
Pertama, karena bahasa-bahasa daerah merupakan sumber kekayaan bahasa Indonesia sendiri dan kedua, rasa kesukuan juga akan menjadi hilang. Padahal, dikatakan indonesia kaya dgn bermacam budaya, suku, bahasa, dll. Ada istilah, “Bhinneka tunggal ika” yang berarti, “berbagai macam ragam tapi tetap satu”. Istilah itu juga bisa dihilang. |
|
PG |
Motivasi apa yang mendasari untuk belajar bahasa lain? |
|
R |
Saya menghargai bahasa sendiri, maka saya juga menghargai bahasa orang lain. Dan bukan hanya bahasanya tetapi juga karena menghargai orang lain walaupun banyak perbedaan. |
|
PG |
Apakah punya nasihat untuk generasi sekarang? |
|
R |
Jangan menghilangkan bahasa suku tetapi juga jangan mengutamakan bahasa tersebut. |
|
PG |
Sebelumnya kamu bilang ada perbedaan diantara Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu. Apakah bisa memberi contoh yang lucu? |
|
R |
Pada saat saya di toko akan mencoba satu pakaian, pelayan toko tsb mengatakan, “Sila cuba di bilik bersalin.” Saya langsung merasa siapa yang akan melahirkan? Karena disini kamar bersalin hanya dipakai untuk melahirkan. Ada beberapa kata umum disini harus hati-hati di Malaysia. |
|
PG |
Hartur Nuhun, Pa Rashid |
|
R |
Sami-sami |
